BAB II
RUANG LINGKUP TELEMATIKA
A. Batasan Telematika
Istilah
telematika merupakan adopsi dari bahasa asing. Kata telematika berasal
dari kata dalam bahasa Prancis, yaitu telematique.
Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan
Alain Minc dalam bukunya yang berjudul L’informatisation de la
Societe[6].
Telematika
menunjuk pada hakikat cyberspace sebagai suatu sistem
elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekominikasi,
media, dan informatika[7].
Dalam Pengantar pada Mata Kuliah Hukum Telematikan Fakultas Hukum
Universitas Indonesia, dinyatakan bahwa istilah telematika merujuk pada
perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media, dan
informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah.
Konvergensi telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik
berbasiskan digital atau the net[8].
Menurut
Kerangka
Kebijakan Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di
Indonesia, disebutkan bahwa teknologi telematika merupakan singkatan
dari teknologi komunikasi, media, dan onformatika[9].
Senada dengan pendapat pemerintah, telematika diartikan sebagai
singkatan dari tele = telekomunikasi, ma = multimedia, dan tika =
informatika[10].
Mengacu
kepada
penggunaan dikalangan masyarakat telematika Indonesia (MASTEL),
istilah telematika berarti perpaduan atau pembauran (konvergensi) antara
teknologi informasi (teknologi komputer), teknologi telekomunikasi,
termasuk siaran radio maupun televisi dan multimedia[11].
Dalam perkembangannya, teknologi telematika ini telah menggunakan
kecepatan dan jangkauan transmisi energi elektromagnetik, sehingga
sejumlah besar informasi dapat ditransmisikan dengan jangkauan, menurut
keperluan, sampai seluruh dunia, bahkan ke seluruh angkasa, serta
terlaksana dalam sekejap. Kecepatan transmisi elektromagnetik adalah
(hampir) 300.000 km/detik, sehingga langsung dikirim begitu sampai,
memungkinkan orang berdialog langsung, atau komunikasi interaktif[12].
Berdasarkan
pendapat-pendapat tersebut, maka dapat disarikan pemahaman tentang
telematika sebagai berikut[13].
1. Telematika
adalah sarana komunikasi jarak jauh melalui media elektromagnetik.
2. Kemampuannya
adalah mentransmisikan sejumlah besar informasi dalam sekejap, dengan
jangkauan seluruh dunia, dan dalam berbagai cara, yaitu dengan perantaan
suara (telepon, musik), huruf, gambar dan data atau
kombinasi-kombinasinya. Teknologi digital memungkinkan hal tersebut
terjadi.
3. Jasa
telematika ada yang diselenggarakan untuk umum (online, internet),
dan ada pula untuk keperluan kelompok tertentu atau dinas khusus
(intranet).
Dengan
demikian dapat diambil kesimpulan bahwa telematika merupakan teknologi
komunikasi jarak jauh, yang menyampaikan informasi satu arah, maupun
timbal balik, dengan sistem digital.
B. Ragam Bentuk Telematika
Ragam
bentuk yang akan disajikan merupakan aplikasi yang sudah berkembang
diberbagai sektor, maka tidak menutup kemungkinan terjadi tumpang
tindih. Semua kegiatan dengan istilah work and play dapat
menggunakan telematika sebagai penunjang kinerja usaha semua usaha dalam
semua sektor, sosial, ekonomi dan budaya[14]. Bentuk-brntuk trsebut adalah.
1.
E-goverment
E-goverment
dihadirkan
dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara
elektronik. Di Indonesia ini, sudah ada suatu badan yang mengurusi
tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI).
TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori
program aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan
pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan
memantau pelaksanaannya[15].
Tim
tersebut memiliki beberapa terget. Salah satu targetnya adalah
pelaksanaan pemerintahan online atau e-goverment dalam bentuk situs/web
internet. Dengan e-goverment, pemerintah dapat menjalankan fungsinya
melalui sarana internet yang tujuannya adalah memberi pelayanan kepada
publik secara transparan sekaligus lebih mudah, dan dapat diakses
(dibaca) oleh komputer dari mana saja.
E-goverment
juga
dimaksudkan untuk peningkatan interaksi, tidak hanya antara
pemerintah dan masyarakat, tetapi juga antar sesama unsur pemerintah
dalam lingkup nasional, bahkan intrernasional. Pemerintahan tingkat
provinsi
sampai kabupaten kota, telah memiliki situs online. Contohnya
adalah DPR, DKI Jakarta, dan Sudin Jaksel. Isi informasi dalam
e-goverment, antara lain adalah profil wilayah atau instansi, data
statistik, surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya.
2).
E-commerce
Prinsip
e-commerce
tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi
perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada
berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang,
mengirim dokumen, samapi membuat claim.
Luasnya
wilayah
e-commerce ini, bahkan dapat meliputi perdagangan
internasional, menyangkut regulasi, pengiriman perangkat lunak (soft
ware),
erbankan, perpajakan, dan banyak lagi. E-commerce juga memiliki istilah
lain, yakni e-bussines. Contoh dalam kawasan ini adalah toko online,
baik itu toko buku, pabrik, kantor, dan bank (e-banking). Untuk yang
disebut terakhir, sudah banyak bank yang melakukan transaksi melalui mobile
phone, ATM (Automatic Teller Machine – Anjungan Tunai
Mandiri) , bahkan membeli pulsa.
3).
E-learning
Globalisasi
telah
menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, dalri pendidikan
tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Di
Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar jarah
jauh (distance lesrning) dengan media internet berbasis web
atau situs.
Kenyataan
tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya teknologi telematika,
yang
dapat menghubungkan guru dengan muridnya, dan mahasiswa dengan
dosennya. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online,
mengecek jadwal kuliah, dan mengirim naskah tugas, dapat dilakukan.
Peranan
web
kampus atau sekolagh termasuk cukup sentral dalam kegiatan
pembelajaran ini. Selain itu, web bernuansa pendidikan non-institusi,
perpustakaan online, dan interaksi dalam group, juga sangatlah
mendukung. Selain murid atau mahasiswa, portal e-learning dapat diakses
oleh siapapun yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis usia, maupun
pengalaman pendidikan sebelumnya[16].
Hampir
seluruh kampus di Indonesia, dan beberapa Sekolah Menegah Atas (SMA),
telah memiliki web. Di DKI Jakarta, proses perencanaan pembelajaran dan
penilaian sudah melalui sarana internet yang dikenal sebagai Sistem
Administrasi Sekolah (SAS) DKI, dan ratusan web yang menyediakan
modul-modul belajar, bahan kuliah, dan hasil penelitian tersebar di
dunia internet.
Bentuk
telematika lainnya masih banyak lagi, antara lain ada e-medicine,
e-laboratory, e-technology, e-research, dan ribuan situs yang memberikan
informasi sesuai bidangnya. Di luar berbasis web, telematika dapat
berwujud hasil dari kerja satelit, contohnya ialah GPS (Global Position
System), atau sejenisnya seperti GLONAS dan GALILEO, Google Earth, 3G,
dan kini 4G, kompas digital, sitem navigasi digital untuk angkutan laut
dan udara, serta teleconference.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar